contact
Test Drive Blog
twitter
rss feed
blog entries
log in

My Words...My Works....My Life

Life is a Journey...you get to feel sad,happy,confuse,betrayed,in love,out of love,losing,...but at the end of the day... LIFE is Loved by some....Hated by Many....Envied by Most...YET...Wanted by Plenty...

Dalam hidup terkadang kita tidak terlalu mengerti mengapa segala sesuatu terjadi...

begitu juga denganku...

Sampai hari ini pun aku masih terheran heran bagaimana aku bisa kehilangan seorang sahabat, temen hidup, dan temen berbagi yang selama 7 tahun terakhir mengisi kehidupanku...

dia tiba tiba berubah,....

Mungkin tak lagi merasa harus berbagi denganku...

Mungkin tak lagi menganggap akulah belahan jiwanya....

atau mungkin Aku terlalu bersalah sehingga tak ada lagi ampun bagiku...

entahlah,...

yang jelas rasa sakit seringkali datang dan mendera hatiku...

tetapi aku bertahan dan bertahan...

Apakah aku yang berlebihan dengan menganggap semua yang berawal indah akan berakhir indah

atau mungkin aku terlalu naif memandang bahwa orang yang telah berbagi dan menceritakan hampir seluruh hidupnya padaku akan selalu menjadi temanku??

ataukah mungkin aku hanya satu dari sekian banyak perempuan bodoh yang selalu merasa bahwa ditinggalkan cinta adalah hal terburuk dalam hidup...

Aku mencoba memahami dia...

mencoba memberi ruang gerak bagi dia

tetapi rasanya dia semakin jauh dari jangkauanku..

Ah, seandainya kamu bisa duduk sebentar dan berpikir...

semua kata dan ucap di masa lalu itu terlalu indah untuk dilewatkan...

atau seandainya kamu bisa duduk dan mengenang...

semua kesulitan yang teramat berat...maka kuharap kau melihat, bahwa bukan hanya kamu yang memanggul beban dulu, dan sekarang...tetapi akupun memanggul beban yang sama beratnya...

Lalu atas kesalahan dan perjuangan kita dulu...

Kemanakah kebersamaan itu kini???

apakah percintaan ini hanya sebatas waktu dengan selesainya masalah hidup kita...

entahlah aku lelah....

Biar waktu yang menjawab semuanya...

Once upon A time...

Aku mengenal Bangun Didi Prakosa di Astro Cafe...

14 Maret...dan 2 minggu setalahnya...28 Maret,...

akhirnya seorang Bangun menjadi kekasihku juga... Di depan Lapangan Basket Universitas Diponegoro....

Malam minggu pertamaku diisi dengan kehadiran Bangun yang sedang mabok karena grogi (he he he)...

Lalu kencan ku diluar rumah dimulai di hari Minggu siang sesudahnya, dengan mengunjungi Rumah teman kami waktu itu...sebut saja Sindhu...

aku ingat waktu itu Bangun merasa senang sekali karena bisa mengajakku keluar dengan motor bututnya...(again: he he he)

Lalu Makan siang pertama kami adalah waktu dia menjemputku pulang kuliah dan mengajakku makan di daerah sampangan... Makanannya gak enak banget waktu itu..tapi karena ada dia..ah..semuanya jadi enak aja lah..!!!
Pertengkaran pertama kami terjadi tgl 8 Mei, apa sebabnya? hanya karena dia menolak menemani ku mencari kado buat adikku...

seiring waktu berjalan, aku mulai memanggilnya Bay...

kenapa Bay? Karena waktu itu aku sedih sekaliiiiiiiiiii waktu dia pergi ke Bali..(aneh kan???) tapi itulah alasannya...dan rasa-rasanya dia gak pernah tahu alasan ini...he he he...

lalu saat nya tiba dimana pertengkaran demi pertengkaran datang....

dan rayuan demi rayuan juga datang untuk menenangkan pertengkaran...

yang paling aku ingat adalah dulu Bayku selalu mencium dan memeluk...

walau[pun tidak pernah mau menggandengku di depan umum...

alasannya....terlihat seperti orang tua...

lalu hal lain yang selalu aku ingat adalah...

dia orang yang paling menjengkelkan di dunia...tetapi juga tempat semua orang bermasalah datang dan curhat..karena di tangan dia..semua masalah selalu ada jalan keluarnya...

Dalam banyak Hal,...

bahkan sampai hari ini...

aku memuja seorang Bangun Didik Prakosa...

yang masih kekasihku...tapi yach...bagi dia aku mungkin bukan lagi yang terbaik..

tapi aku tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik yang aku mampu untuk dia...

Bangun yang dulu,....

Selalu Dewasa...dalam bersikap dan bertingkah...

Aku ingat dia selalu menjadi tren setter bagi teman temannya

Aku juga ingat dia selalu menjadi penasehat utama bagi masalah siapapun...

dan aku juga ingat Bangun yang dulu selalu mencintai teman temannya melebihi apapaun...

Sekarang Bangun Banyak berubah...

aku berada di sampingnya selalu...sampai penghujung 2008,...

kami berpisah demi memperbaiki kehidupan kami...

Disitulah aku pertama kali berada jauh dari dia...dan dia pun sebaliknya

sebelumnya 20 jam 7 hari kami selalu bersama...

perasaan kehilangan itu...menghantuiku sampai detik ini...

mungkin orang bilang aku gila...mencintai sampai sebegitu besarnya...

tapi bagiku Bangun adalah sosok yang sempurna...

Dia selalu membuatku tercengang...

Dia pintar menyembunyikan segalanya...

sedih, senang, haru,...dll

Orang memaksaku untuk menyerah padanya...

memilih untuk pergi dan mengobati luka hatiku

yang terlalu sering disakiti....

yach...Bangun memang sekarang sedingin es padaku...

Sepanas Api kalau berada dekatku...

dan asap selalu dimana mana saat Bangun dan Astry dibicarakan...

Tapi seperti huruf A dan B, kami pun sulit untuk saling melepaskan...

Sampai hari ini pun aku masih memuja dia...

walaupun sakit hati ini dibuat olehnya...

entah kenapa aku selalu merasa...

itu Bukan Bangun yang sebenarnya....

Bagiku Bangun bukan hanya sekedar Pacar,...

tapi lebih seperti sahabat sejati...

dalam diam pun aku mencintai dia...

saat mata itu meredup karena lelah dengan hari...

aku bisa menatapnya berjam jam dan mengagumi dia

saat dia merasa aku adalah sumber masalah bagi dia....

kesedihan melandaku,....dan aku berpikir...

Kenapa??? apa lagi yang kulakukan...

tetapi tetap saja... cinta untuk dia tidak pernah bergeser atau berkurang sedikitpun...

seringkali aku berkata...

Damn...what the hell??? capek aku begini terus...

tapi saat aku menyerah...aku merasa gagal....

Bangun........

Terlalu memusingkan untuk dimiliki...

Terlalu pintar untuk dipelajari...

Terlalu komplex untuk diurai....

Terlalu sulit untuk dipahami...

Terlalu berat untuk dicintai...

Terlalu Berharga untuk dilepaskan...

karena Bangun adalah sebuah batu permata besar diantara emas, dan perak...

sehingga kadang pendar kilaunya terkalahkan...

tetapi sesungguhnya pada saat kita melihat lebih dan lebih dalam lagi ke dalam jiwanya....

Bangun begitu berkilau....

dan Aku begitu bahagia...

Masih bisa bertahan dan memiliki kilau itu dalam hidupku...

Sekalipun semua orang berkata...

betapa aku begitu bodoh....

aku tetap meyakini...

Bangun adalah anugerah bagi kehidupanku...

dan terima kasih Tuhan...

Aku masih mampu mencintai dia sampai hari ini...

Terima Kasih karena engkau memberi aku apa yang aku butuhkan...

engkau memberiku Bangun...

Lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya....

aku mencintai dia...

0

Siapakah sebenarnya teman seperjalananku?
Ataukah kamu yang selalu berkawan dengan jalanan
Ataukah hatiku yang berteman kekuatiran
Ataukah keduanya, karena aku merindukanmu?

Apa yang kau cari di luar sana?
Di mana kau letakkan hati yang dulu kau ikat bersamaku?
Bukankah engkau sudah kumiliki?
Ataukah engkau menyisakan ketakutan itu saja untukku?

Ingin aku engkau segera mengerti
Bahwa terlalu banyak pertanyaan itu melukai.
Dan setiap kali engkau datang menyisakan kelelahan
Aku menanggungnya sesudah kubersihkan rumah kita

Pulanglah dan tinggallah dalam damai
Karena aku siap memijit pundakmu yang kuyakin letih.
Terlalu banyak di jalanan membuatmu berubah
Dari lembut menjadi pribadi tak kukenal

Aku siap mendengarkanmu bercerita
Aku ingin melihatmu menikmati sehidang teh bersamaku
Dan menikmati harum nafasmu
Yang membuatku tetap hidup berkelimpahan

Aku bukan manusia sempurna
Tetapi bukankah dulu janji itu yang menyempurnakan kita?
Udara luar bisa membuatmu jahat karena dinginnya
Tetapi di dalam sini engkau akan menemukan kebijaksanaan

Janganlah berubah terlalu banyak
Sebab bagiku semua masih sama semurni dulu..


2 Februari 2002

Dalam janji kita dulu...
Kamu adalah kawan seperjalananku...
Kamu dan aku berkawan dengan rindu, kekuatiran, jalanan, kesedihan dan kebahagiaan.....

Entah kenapa...
Kini hanya aku berkawan rindu...
dan kamu berkawan jalanan..
Hati yang dulu terikat, serasa tak lagi terpaut dalam pita yang sama
Aku memang memiliku dan janjimu...
tapi ternyata tak semudah itu memiliki hati dan Jiwamu..

Aku selalu menunggu nafasmu pulang...
tetapi bagimu nafas di luar sana adalah separuh jiwamu...
dan saat kamu dalam pelukku...
diam dan menutup mata adalah melodi yang terindah bagimu

Aku mengerti terlalu banyak pertanyaan melukaimu...
Maka seringkali aku hanya terdiam...
dan saat kamu pulang dalam lelah...
Aku menyimpan sakitku atas pertanyaan yang tak terbalas...
hanya dalam hatiku..dan dinding rumah kita..

Aku hanya ingin engkau pulang dengan damai...
Betapa inginnya aku mendengarmu berkeluh kesah...
Betapa inginnya aku tetap mengerti pribadimu dari waktu ke waktu...

Aku hanya menyimpan...
inginku untuk kita duduk bersama dan berbagi sambil menikmati bercangkir cangkir minuman hangat...
inginku untuk kamu berbicara padaku tentang lelahmu...
inginku menikmati nafasmu dan merasakan kebersamaan itu lagi...

Aku bukanlah pribadi yang sempurna...
karena kamulah penyempurnaku...
Udara luar menjahatkan kamu dengan dinginnya...
begitu jahatnya hingga tak lagi kau melihat keindahan dan kebijaksanaan dalam pelukku..

Bagiku semua masih sama dan semurni dulu...
dan kamu pun tak banyak berubah...
kamu hanya diam dan tak lagi menemukan kesempurnaanmu dalam diriku...


The Thinking room,
02 Februari 2010

0

Links

http://hidup-astry.blogspot.com/ http://astry-fernandy.blogspot.com

Followers