Once upon A time...
Aku mengenal Bangun Didi Prakosa di Astro Cafe...
14 Maret...dan 2 minggu setalahnya...28 Maret,...
akhirnya seorang Bangun menjadi kekasihku juga... Di depan Lapangan Basket Universitas Diponegoro....
Malam minggu pertamaku diisi dengan kehadiran Bangun yang sedang mabok karena grogi (he he he)...
Lalu kencan ku diluar rumah dimulai di hari Minggu siang sesudahnya, dengan mengunjungi Rumah teman kami waktu itu...sebut saja Sindhu...
aku ingat waktu itu Bangun merasa senang sekali karena bisa mengajakku keluar dengan motor bututnya...(again: he he he)
Lalu Makan siang pertama kami adalah waktu dia menjemputku pulang kuliah dan mengajakku makan di daerah sampangan... Makanannya gak enak banget waktu itu..tapi karena ada dia..ah..semuanya jadi enak aja lah..!!!
Pertengkaran pertama kami terjadi tgl 8 Mei, apa sebabnya? hanya karena dia menolak menemani ku mencari kado buat adikku...
seiring waktu berjalan, aku mulai memanggilnya Bay...
kenapa Bay? Karena waktu itu aku sedih sekaliiiiiiiiiii waktu dia pergi ke Bali..(aneh kan???) tapi itulah alasannya...dan rasa-rasanya dia gak pernah tahu alasan ini...he he he...
lalu saat nya tiba dimana pertengkaran demi pertengkaran datang....
dan rayuan demi rayuan juga datang untuk menenangkan pertengkaran...
yang paling aku ingat adalah dulu Bayku selalu mencium dan memeluk...
walau[pun tidak pernah mau menggandengku di depan umum...
alasannya....terlihat seperti orang tua...
lalu hal lain yang selalu aku ingat adalah...
dia orang yang paling menjengkelkan di dunia...tetapi juga tempat semua orang bermasalah datang dan curhat..karena di tangan dia..semua masalah selalu ada jalan keluarnya...
Dalam banyak Hal,...
bahkan sampai hari ini...
aku memuja seorang Bangun Didik Prakosa...
yang masih kekasihku...tapi yach...bagi dia aku mungkin bukan lagi yang terbaik..
tapi aku tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik yang aku mampu untuk dia...
Bangun yang dulu,....
Selalu Dewasa...dalam bersikap dan bertingkah...
Aku ingat dia selalu menjadi tren setter bagi teman temannya
Aku juga ingat dia selalu menjadi penasehat utama bagi masalah siapapun...
dan aku juga ingat Bangun yang dulu selalu mencintai teman temannya melebihi apapaun...
Sekarang Bangun Banyak berubah...
aku berada di sampingnya selalu...sampai penghujung 2008,...
kami berpisah demi memperbaiki kehidupan kami...
Disitulah aku pertama kali berada jauh dari dia...dan dia pun sebaliknya
sebelumnya 20 jam 7 hari kami selalu bersama...
perasaan kehilangan itu...menghantuiku sampai detik ini...
mungkin orang bilang aku gila...mencintai sampai sebegitu besarnya...
tapi bagiku Bangun adalah sosok yang sempurna...
Dia selalu membuatku tercengang...
Dia pintar menyembunyikan segalanya...
sedih, senang, haru,...dll
Orang memaksaku untuk menyerah padanya...
memilih untuk pergi dan mengobati luka hatiku
yang terlalu sering disakiti....
yach...Bangun memang sekarang sedingin es padaku...
Sepanas Api kalau berada dekatku...
dan asap selalu dimana mana saat Bangun dan Astry dibicarakan...
Tapi seperti huruf A dan B, kami pun sulit untuk saling melepaskan...
Sampai hari ini pun aku masih memuja dia...
walaupun sakit hati ini dibuat olehnya...
entah kenapa aku selalu merasa...
itu Bukan Bangun yang sebenarnya....
Bagiku Bangun bukan hanya sekedar Pacar,...
tapi lebih seperti sahabat sejati...
dalam diam pun aku mencintai dia...
saat mata itu meredup karena lelah dengan hari...
aku bisa menatapnya berjam jam dan mengagumi dia
saat dia merasa aku adalah sumber masalah bagi dia....
kesedihan melandaku,....dan aku berpikir...
Kenapa??? apa lagi yang kulakukan...
tetapi tetap saja... cinta untuk dia tidak pernah bergeser atau berkurang sedikitpun...
seringkali aku berkata...
Damn...what the hell??? capek aku begini terus...
tapi saat aku menyerah...aku merasa gagal....
Bangun........
Terlalu memusingkan untuk dimiliki...
Terlalu pintar untuk dipelajari...
Terlalu komplex untuk diurai....
Terlalu sulit untuk dipahami...
Terlalu berat untuk dicintai...
Terlalu Berharga untuk dilepaskan...
karena Bangun adalah sebuah batu permata besar diantara emas, dan perak...
sehingga kadang pendar kilaunya terkalahkan...
tetapi sesungguhnya pada saat kita melihat lebih dan lebih dalam lagi ke dalam jiwanya....
Bangun begitu berkilau....
dan Aku begitu bahagia...
Masih bisa bertahan dan memiliki kilau itu dalam hidupku...
Sekalipun semua orang berkata...
betapa aku begitu bodoh....
aku tetap meyakini...
Bangun adalah anugerah bagi kehidupanku...
dan terima kasih Tuhan...
Aku masih mampu mencintai dia sampai hari ini...
Terima Kasih karena engkau memberi aku apa yang aku butuhkan...
engkau memberiku Bangun...
Lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya....
aku mencintai dia...