Siapakah sebenarnya teman seperjalananku?
Ataukah kamu yang selalu berkawan dengan jalanan
Ataukah hatiku yang berteman kekuatiran
Ataukah keduanya, karena aku merindukanmu?
Apa yang kau cari di luar sana?
Di mana kau letakkan hati yang dulu kau ikat bersamaku?
Bukankah engkau sudah kumiliki?
Ataukah engkau menyisakan ketakutan itu saja untukku?
Ingin aku engkau segera mengerti
Bahwa terlalu banyak pertanyaan itu melukai.
Dan setiap kali engkau datang menyisakan kelelahan
Aku menanggungnya sesudah kubersihkan rumah kita
Pulanglah dan tinggallah dalam damai
Karena aku siap memijit pundakmu yang kuyakin letih.
Terlalu banyak di jalanan membuatmu berubah
Dari lembut menjadi pribadi tak kukenal
Aku siap mendengarkanmu bercerita
Aku ingin melihatmu menikmati sehidang teh bersamaku
Dan menikmati harum nafasmu
Yang membuatku tetap hidup berkelimpahan
Aku bukan manusia sempurna
Tetapi bukankah dulu janji itu yang menyempurnakan kita?
Udara luar bisa membuatmu jahat karena dinginnya
Tetapi di dalam sini engkau akan menemukan kebijaksanaan
Janganlah berubah terlalu banyak
Sebab bagiku semua masih sama semurni dulu..
2 Februari 2002
Dalam janji kita dulu...
Kamu adalah kawan seperjalananku...
Kamu dan aku berkawan dengan rindu, kekuatiran, jalanan, kesedihan dan kebahagiaan.....
Entah kenapa...
Kini hanya aku berkawan rindu...
dan kamu berkawan jalanan..
Hati yang dulu terikat, serasa tak lagi terpaut dalam pita yang sama
Aku memang memiliku dan janjimu...
tapi ternyata tak semudah itu memiliki hati dan Jiwamu..
Aku selalu menunggu nafasmu pulang...
tetapi bagimu nafas di luar sana adalah separuh jiwamu...
dan saat kamu dalam pelukku...
diam dan menutup mata adalah melodi yang terindah bagimu
Aku mengerti terlalu banyak pertanyaan melukaimu...
Maka seringkali aku hanya terdiam...
dan saat kamu pulang dalam lelah...
Aku menyimpan sakitku atas pertanyaan yang tak terbalas...
hanya dalam hatiku..dan dinding rumah kita..
Aku hanya ingin engkau pulang dengan damai...
Betapa inginnya aku mendengarmu berkeluh kesah...
Betapa inginnya aku tetap mengerti pribadimu dari waktu ke waktu...
Aku hanya menyimpan...
inginku untuk kita duduk bersama dan berbagi sambil menikmati bercangkir cangkir minuman hangat...
inginku untuk kamu berbicara padaku tentang lelahmu...
inginku menikmati nafasmu dan merasakan kebersamaan itu lagi...
Aku bukanlah pribadi yang sempurna...
karena kamulah penyempurnaku...
Udara luar menjahatkan kamu dengan dinginnya...
begitu jahatnya hingga tak lagi kau melihat keindahan dan kebijaksanaan dalam pelukku..
Bagiku semua masih sama dan semurni dulu...
dan kamu pun tak banyak berubah...
kamu hanya diam dan tak lagi menemukan kesempurnaanmu dalam diriku...
The Thinking room,
02 Februari 2010





