Ya Ampun hari ini gue berasa bego banget deh...
Selama gue kenal Blog, baru ngerti hari ini deh gue kalau ternyata blog itu bisa diutak atik..
kirain ya cuma begitu begitu aja isinya...(kecuali kalau beli domain..)
Aduh percuma deh gue sekolah teknik, gak ada hasilnya sama sekali...he he he
Btw, sekarang gue bikin blog lagi..(aduh lama lama jadi berabe juga ngurusinnya).
judulnya Hati dan Otak dalam secangkir Kopi
hmmm,..mudah mudahan seh lebih bermanfaat tuh, mana udah gue hias sedemikian rupa. Tak lupa kukasih segala bentuk dan aneka coklat,.....pokoknya seeeppp dehh....
kalau kalian ada yang kebetulan nongol di blog ini visit lah ya....
well gotta go now...
See you when I want to see you...
My Words...My Works....My Life
Enak sekali kalau saja cinta boleh memilih... maka ini lah yang akan kupilih:
cowok paling keren di kampusku yang mobilnya bagus dan duitnya tebel, plus otaknya encer, dan tergila gila berat sama aku...
dan aku akan berpacaran sampai lulus kuliah, lalau dia bakalan kerja di perusahaan asing dan akhirnya setelah gajinya 50 juta per bulan(yang kira kira butuh waktu cuma 2 tahun karena otaknya encer) aku akan menikah dengannya dan hidup bahagia sampe mati dan tentu saja berkuasa atas hidupnya (cinta mati kan???)
Kok enak banget ya seperti itu jalan kehidupan??eitsss tunggu dulu...
buka berarti gak ada orang yang jalan hidupnya seperti itu dan emang bahagia...
ada lho...cuma gak banyak..!! dikit banget malah!! satu diantara sejuta mungkin...
yang sering terjadi justru kebalikannya...
seringnya seh, cinta memilih orang yang salah...
lebih sering lagi, cinta bikin orang yang terkena kutukannya sakitttt pake bangeetttt...
Dalam hidup terkadang kita tidak terlalu mengerti mengapa segala sesuatu terjadi...
begitu juga denganku...
Sampai hari ini pun aku masih terheran heran bagaimana aku bisa kehilangan seorang sahabat, temen hidup, dan temen berbagi yang selama 7 tahun terakhir mengisi kehidupanku...
dia tiba tiba berubah,....
Mungkin tak lagi merasa harus berbagi denganku...
Mungkin tak lagi menganggap akulah belahan jiwanya....
atau mungkin Aku terlalu bersalah sehingga tak ada lagi ampun bagiku...
entahlah,...
yang jelas rasa sakit seringkali datang dan mendera hatiku...
tetapi aku bertahan dan bertahan...
Apakah aku yang berlebihan dengan menganggap semua yang berawal indah akan berakhir indah
atau mungkin aku terlalu naif memandang bahwa orang yang telah berbagi dan menceritakan hampir seluruh hidupnya padaku akan selalu menjadi temanku??
ataukah mungkin aku hanya satu dari sekian banyak perempuan bodoh yang selalu merasa bahwa ditinggalkan cinta adalah hal terburuk dalam hidup...
Aku mencoba memahami dia...
mencoba memberi ruang gerak bagi dia
tetapi rasanya dia semakin jauh dari jangkauanku..
Ah, seandainya kamu bisa duduk sebentar dan berpikir...
semua kata dan ucap di masa lalu itu terlalu indah untuk dilewatkan...
atau seandainya kamu bisa duduk dan mengenang...
semua kesulitan yang teramat berat...maka kuharap kau melihat, bahwa bukan hanya kamu yang memanggul beban dulu, dan sekarang...tetapi akupun memanggul beban yang sama beratnya...
Lalu atas kesalahan dan perjuangan kita dulu...
Kemanakah kebersamaan itu kini???
apakah percintaan ini hanya sebatas waktu dengan selesainya masalah hidup kita...
entahlah aku lelah....
Biar waktu yang menjawab semuanya...
Once upon A time... Aku mengenal Bangun Didi Prakosa di Astro Cafe... 14 Maret...dan 2 minggu setalahnya...28 Maret,... akhirnya seorang Bangun menjadi kekasihku juga... Di depan Lapangan Basket Universitas Diponegoro.... Malam minggu pertamaku diisi dengan kehadiran Bangun yang sedang mabok karena grogi (he he he)... Lalu kencan ku diluar rumah dimulai di hari Minggu siang sesudahnya, dengan mengunjungi Rumah teman kami waktu itu...sebut saja Sindhu... aku ingat waktu itu Bangun merasa senang sekali karena bisa mengajakku keluar dengan motor bututnya...(again: he he he) Lalu Makan siang pertama kami adalah waktu dia menjemputku pulang kuliah dan mengajakku makan di daerah sampangan... Makanannya gak enak banget waktu itu..tapi karena ada dia..ah..semuanya jadi enak aja lah..!!! seiring waktu berjalan, aku mulai memanggilnya Bay... kenapa Bay? Karena waktu itu aku sedih sekaliiiiiiiiiii waktu dia pergi ke Bali..(aneh kan???) tapi itulah alasannya...dan rasa-rasanya dia gak pernah tahu alasan ini...he he he... lalu saat nya tiba dimana pertengkaran demi pertengkaran datang.... dan rayuan demi rayuan juga datang untuk menenangkan pertengkaran... yang paling aku ingat adalah dulu Bayku selalu mencium dan memeluk... walau[pun tidak pernah mau menggandengku di depan umum... alasannya....terlihat seperti orang tua... lalu hal lain yang selalu aku ingat adalah... dia orang yang paling menjengkelkan di dunia...tetapi juga tempat semua orang bermasalah datang dan curhat..karena di tangan dia..semua masalah selalu ada jalan keluarnya... Dalam banyak Hal,... bahkan sampai hari ini... aku memuja seorang Bangun Didik Prakosa... yang masih kekasihku...tapi yach...bagi dia aku mungkin bukan lagi yang terbaik.. tapi aku tetap berusaha untuk menjadi yang terbaik yang aku mampu untuk dia... Bangun yang dulu,.... Selalu Dewasa...dalam bersikap dan bertingkah... Aku ingat dia selalu menjadi tren setter bagi teman temannya Aku juga ingat dia selalu menjadi penasehat utama bagi masalah siapapun... dan aku juga ingat Bangun yang dulu selalu mencintai teman temannya melebihi apapaun... Sekarang Bangun Banyak berubah... aku berada di sampingnya selalu...sampai penghujung 2008,... kami berpisah demi memperbaiki kehidupan kami... Disitulah aku pertama kali berada jauh dari dia...dan dia pun sebaliknya sebelumnya 20 jam 7 hari kami selalu bersama... perasaan kehilangan itu...menghantuiku sampai detik ini... mungkin orang bilang aku gila...mencintai sampai sebegitu besarnya... tapi bagiku Bangun adalah sosok yang sempurna... Dia selalu membuatku tercengang... Dia pintar menyembunyikan segalanya... sedih, senang, haru,...dll Orang memaksaku untuk menyerah padanya... memilih untuk pergi dan mengobati luka hatiku yang terlalu sering disakiti.... yach...Bangun memang sekarang sedingin es padaku... Sepanas Api kalau berada dekatku... dan asap selalu dimana mana saat Bangun dan Astry dibicarakan... Tapi seperti huruf A dan B, kami pun sulit untuk saling melepaskan... Sampai hari ini pun aku masih memuja dia... walaupun sakit hati ini dibuat olehnya... entah kenapa aku selalu merasa... itu Bukan Bangun yang sebenarnya.... Bagiku Bangun bukan hanya sekedar Pacar,... tapi lebih seperti sahabat sejati... dalam diam pun aku mencintai dia... saat mata itu meredup karena lelah dengan hari... aku bisa menatapnya berjam jam dan mengagumi dia saat dia merasa aku adalah sumber masalah bagi dia.... kesedihan melandaku,....dan aku berpikir... Kenapa??? apa lagi yang kulakukan... tetapi tetap saja... cinta untuk dia tidak pernah bergeser atau berkurang sedikitpun... seringkali aku berkata... Damn...what the hell??? capek aku begini terus... tapi saat aku menyerah...aku merasa gagal.... Bangun........ Terlalu memusingkan untuk dimiliki... Terlalu pintar untuk dipelajari... Terlalu komplex untuk diurai.... Terlalu sulit untuk dipahami... Terlalu berat untuk dicintai... Terlalu Berharga untuk dilepaskan... karena Bangun adalah sebuah batu permata besar diantara emas, dan perak... sehingga kadang pendar kilaunya terkalahkan... tetapi sesungguhnya pada saat kita melihat lebih dan lebih dalam lagi ke dalam jiwanya.... Bangun begitu berkilau.... dan Aku begitu bahagia... Masih bisa bertahan dan memiliki kilau itu dalam hidupku... Sekalipun semua orang berkata... betapa aku begitu bodoh.... aku tetap meyakini... Bangun adalah anugerah bagi kehidupanku... dan terima kasih Tuhan... Aku masih mampu mencintai dia sampai hari ini... Terima Kasih karena engkau memberi aku apa yang aku butuhkan... engkau memberiku Bangun... Lengkap dengan segala kelebihan dan kekurangannya.... aku mencintai dia...
Pertengkaran pertama kami terjadi tgl 8 Mei, apa sebabnya? hanya karena dia menolak menemani ku mencari kado buat adikku...
Siapakah sebenarnya teman seperjalananku?
Ataukah kamu yang selalu berkawan dengan jalanan
Ataukah hatiku yang berteman kekuatiran
Ataukah keduanya, karena aku merindukanmu?
Apa yang kau cari di luar sana?
Di mana kau letakkan hati yang dulu kau ikat bersamaku?
Bukankah engkau sudah kumiliki?
Ataukah engkau menyisakan ketakutan itu saja untukku?
Ingin aku engkau segera mengerti
Bahwa terlalu banyak pertanyaan itu melukai.
Dan setiap kali engkau datang menyisakan kelelahan
Aku menanggungnya sesudah kubersihkan rumah kita
Pulanglah dan tinggallah dalam damai
Karena aku siap memijit pundakmu yang kuyakin letih.
Terlalu banyak di jalanan membuatmu berubah
Dari lembut menjadi pribadi tak kukenal
Aku siap mendengarkanmu bercerita
Aku ingin melihatmu menikmati sehidang teh bersamaku
Dan menikmati harum nafasmu
Yang membuatku tetap hidup berkelimpahan
Aku bukan manusia sempurna
Tetapi bukankah dulu janji itu yang menyempurnakan kita?
Udara luar bisa membuatmu jahat karena dinginnya
Tetapi di dalam sini engkau akan menemukan kebijaksanaan
Janganlah berubah terlalu banyak
Sebab bagiku semua masih sama semurni dulu..
2 Februari 2002
Dalam janji kita dulu...
Kamu adalah kawan seperjalananku...
Kamu dan aku berkawan dengan rindu, kekuatiran, jalanan, kesedihan dan kebahagiaan.....
Entah kenapa...
Kini hanya aku berkawan rindu...
dan kamu berkawan jalanan..
Hati yang dulu terikat, serasa tak lagi terpaut dalam pita yang sama
Aku memang memiliku dan janjimu...
tapi ternyata tak semudah itu memiliki hati dan Jiwamu..
Aku selalu menunggu nafasmu pulang...
tetapi bagimu nafas di luar sana adalah separuh jiwamu...
dan saat kamu dalam pelukku...
diam dan menutup mata adalah melodi yang terindah bagimu
Aku mengerti terlalu banyak pertanyaan melukaimu...
Maka seringkali aku hanya terdiam...
dan saat kamu pulang dalam lelah...
Aku menyimpan sakitku atas pertanyaan yang tak terbalas...
hanya dalam hatiku..dan dinding rumah kita..
Aku hanya ingin engkau pulang dengan damai...
Betapa inginnya aku mendengarmu berkeluh kesah...
Betapa inginnya aku tetap mengerti pribadimu dari waktu ke waktu...
Aku hanya menyimpan...
inginku untuk kita duduk bersama dan berbagi sambil menikmati bercangkir cangkir minuman hangat...
inginku untuk kamu berbicara padaku tentang lelahmu...
inginku menikmati nafasmu dan merasakan kebersamaan itu lagi...
Aku bukanlah pribadi yang sempurna...
karena kamulah penyempurnaku...
Udara luar menjahatkan kamu dengan dinginnya...
begitu jahatnya hingga tak lagi kau melihat keindahan dan kebijaksanaan dalam pelukku..
Bagiku semua masih sama dan semurni dulu...
dan kamu pun tak banyak berubah...
kamu hanya diam dan tak lagi menemukan kesempurnaanmu dalam diriku...
The Thinking room,
02 Februari 2010
Ada pelajaran berharga yang aku petik hari ini...
Diantara kesibukan yang begitu padat di awal awal minggu ini, aku kehilangan seorang sahabat..
Sebenernya aneh kalau manusia satu ini disebut sahabat...
Kami kenal sudah cukup lama, tapi dekat baru beberapa waktu terakhir ini...
Awal perkenalan kami terjalin adalah karena dia teman dari "si istimewa dalam hidupku".
lalu percakapan demi percakapan terjadi..
entah itu tentang hari yang buruk, kejadian yang lucu, bahkan tak jarang tentang pasangan kami masing masing...
Aku dan "si istimewaku", sudah bersama selama 9 tahun...
dia dan "si istimewanya", sudah bersama selama 11 tahun...
wow..waktu yang lama untuk sebuah ikatan bukan???
entah mengapa seiring perjalanan waktu..persahabatan ini tidak lagi murni sebuah persahabatan..
paling tidak bagi hatiku...
aku mulai merindukan keberadaannya,.... butuh mendengar suaranya,...dan sangat menunggu momen dimana aku bisa bercerita dan bersenda gurau dengannya...
banyak hal lucu terjadi di antara kami... banyak juga emosi mewarnai pertemanan yang aneh ini..
hingga suatu hari, rasanya hati ini harus berbicara padanya...
harus berkata, bahwa kamu bukan sekedar teman lagi bagiku...
gila memang apa yang aku lakukan...
bagaimana mungkin aku menyakiti "para istimewa" itu...
dan dia dengan tegas menyatakan "tidak memiliki rasa apapun padaku"
wow...sakit juga ternyata.....
aku merasa sakit, bukan karena aku tak bisa bersama dia
dari awal aku tahu ini akan terjadi...
aku merasa sakit karena ternyata selama ini aku terlena...
entah mungkin terlena dengan perasaanku...
atau terlena dengan perasaan Kami..
aku sempat berpikir, dia akan berkata bahwa dia juga menyukai dan menyayangiku..
hanya saja keadaan yang membuat kami tidak mungkin bersama
hanya itu yang ingin aku dengar sebenarnya...
tapi ternyata mulut manis itu berkata lain...
dia hanya menawarkan sebuah persaudaraan...dan tak ada rasa lebih dari itu di hatinya untukku...
entahlah...
walau kami sudah jauh sekarang...
tapi aku masih dan selalu memiliki perasaan yang kuat dalam hati...
bahwa dia menyayangiku...
tapi aku memilih untuk pergi..
meninggalkan semua kenangan yang walau sesaat terasa menyesak di dadaku..
hari ini, menit ini, detik ini...
aku tidak lagi tau apa yang dia lakukan
apa yang dia rasakan
apa yang dia hadapi...
karena dia pergi menjauh..
dan aku pun tak lagi mencarinya
aku memilih menyibukan diriku dengan segala pekerjaan yang mungkin
dengan segala sesuatu yang membuatku melupakan dia
aku mencintai "si istimewaku"..tapi aku juga mencintai manusia ini..
egois sekali aku..tapi aku hanya manusia yang berusaha untuk selalu berbuat baik..
walau saat ini aku gagal total memaknai arti berbuat baik..
aku mencoba dan selalu mencoba untuk melupakan AB
aku mencoba membangun komunikasi yang sebelumnya hancur berantakan dengan "si istimewaku"
tapi entahlah...si istimewaku ini selalu memberiku kabar tentang AB
mungkin karena dia tidak pernah tau apa yang sesungguhnya terjadi...
mungkin karena dia hanya mengerti bahwa aku hanya mencintai dia
entahlah....
tapi setiap kali aku mendengar si istimewaku berkata AB titip salam
Ab bertanya apakah aku baik baik saja...
rasanya ingin sekali aku marah dan teriak pada AB
untuk berhenti menolak cintaku..
dan mengakui bahwa dia juga menginginkan aku...
tapi hidup ini penuh dengan pilihan...
dan hari ini...
aku sudah memilih jalanku...
jalan itu adalah..melupakan seorang AB dan menata kembali kehidupanku
seolah seorang AB tak pernah ada dalam hidupku...
Pilihan yang sulit..tapi menurutku adalah yang terbaik
untukku, untuk AB, dan untuk para istimewa kami...
January, 22, 2010
The Thinking room
As I grow old,
I realized things happened for a reason
My passed were made to make me see my future
My being now, Is my way of fixing my pass
to somehow lesser my regrets...
In my life
Regrets take a big part...
Regrets of "not being so good"
Regrets of "did not able to fulfill what I have dreamed"
Regrets of "Having the most horrible way to survive"
Regrets of life, "My very own Life"
May be you don't feel what I am feeling now
May be it's hard for you to understand why am i writing what I am writing now...
May be you think I am the loser in between the succeed...
well,...
All that "may be" you might feel about me...
is exactly What I am feeling right now,...
Life is not so hard,...
But wrong choices, definitely make it harder than you have ever imagined,...
I made my wrong choices, and regret every single part of it...
But As I regret it,...
somehow I believe I can set my future better than anyone else could ever do...
Thanks to my "Regrets"....
Without it I would have been the same stupid girl, with stupid choices and useless life
Thanks to my "Regrets"....
For Coming a little early than it should....
For Entering my life in the right moment and time...
For Making me see things in a different way....
Thanks to my "Regrets"
Because in my "What if" moments, get rid of you is my biggest motivation to move forward...
Thanks to my "Regrets"....
For giving me the easiest way to "Get Rid of You"...
October, 22, 2009
My Thinking room...





